Search This Blog

Efektif Mengumpulkan Rujukan Data Menggunakan Alat Riset

 Source: 

Efektif Mengumpulkan Rujukan Data Menggunakan Alat Riset

Peta ide alat riset milik Dr Nader Ale Ebrahim dalam presentasi materi Implementing Research Tools for Collecting, Writing, Publishing, and Disseminating Your Research
Peta ide alat riset milik Dr Nader Ale Ebrahim dalam presentasi materi Implementing Research Tools for Collecting, Writing, Publishing, and Disseminating Your Research

UNAIR NEWS – Lembaga Inovasi, Pengembangan Jurnal, Penerbitan dan Hak Kekayaan Intelektual (LIPJPHKI) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengadakan program Smart Publication Academy (SPA) via Zoom pada Kamis, (16/3/2023). Kali ini LIPJPHKI mengundang Dr Nader Ale Ebrahim, Konsultan Visibilitas dan Dampak Penelitian. Ia membawakan materi Implementing Research Tools for Collecting, Writing, Publishing, and Disseminating Your Research.

Menggunakan Alat Riset

Dr Nader menyebutkan bahwa alat riset (research tools) membantu peneliti untuk mengorganisasi, memvisualisasi, dan mempublikasikan hasil temuan. Mengaplikasikan alat ini dengan efektif akan meningkatkan kualitas hasil penelitian.

Pada pemaparan materi, Dr Nader memperlihatkan alat bantu penelitian berupa peta ide. Dalam peta tersebut, ia telah menyusun tautan laman yang berguna untuk membantu proses penelitian.

“Ada empat target yang bisa kita dapatkan dengan menggunakan alat riset ini, yaitu mencari literatur, menulis paper, mencari jurnal yang cocok, dan meningkatkan dampak dan visibilitas penelitian,” ujar Konsultan Visibilitas dan Dampak Penelitian itu.

Visualisasi Jaringan Data

Dr Nader menunjukkan alat penyusun jaringan data, yaitu VOSviewer. Ia menjelaskan dengan menggunakan alat tersebut, peneliti bisa melihat visualisasi jaringan peneliti, kumpulan publikasi dan hubungan tema jurnal.  

“Ketika memasukkan jaringan data dari Scopus atau sumber akademis lainnya, kata kunci penelitian perlu tersimpan dalam file. Setelah memasukkan data ke VOSviewer, Anda akan mendapatkan visual jaringan pustaka. Ini mencakup publikasi jurnal, tema, juga kata kunci yang saling berkaitan,” ungkapnya.

 Dr Nader Ale Ebrahim dalam program SPA oleh LIPJPHKI UNAIR via Zoom, pada Kamis (16/3/2023). (Foto: Muhammad Naufal Rabbani)
Dr Nader Ale Ebrahim dalam program SPA oleh LIPJPHKI UNAIR via Zoom, pada Kamis (16/3/2023). (Foto: Muhammad Naufal Rabbani)
Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI)

Selanjutnya, Dr Nader memperkenalkan alat R Discovery untuk memperdalam topik peneliti. Ia menjelaskan bahwa R Discovery merupakan alat riset yang menggunakan fitur AI untuk mencari rujukan. Dr Nader menilai alat tersebut efektif membantu peneliti menyusun tulisannya.

“Mulanya, Anda harus mendaftar (pada laman/aplikasi R Discovery, red) terlebih dahulu. Kemudian, Anda baru bisa mencari area riset Anda, Dalam alat ini, Anda bisa memilih hingga sepuluh topik berbeda. Kemudian, Anda akan mendapatkan paper terbaik yang mampu memperkaya literatur Anda. Ini berbeda dengan pencarian Google. Alat ini lebih mirip kopilot dalam riset Anda,” jelasnya.

Dr Nader juga menyarankan untuk menggunakan Phind. Alat tersebut memiliki fitur yang mirip dengan R Discovery. Cara menggunakannya cukup mudah, yaitu memasukkan kata kunci atau pertanyaan ke dalam kolom pencarian. Kemudian, AI akan menjawab permintaan kita bersama dengan rujukan jurnalnya.

Penulis: Muhammad Naufal Rabbani

Editor: Feri Fenoria

No comments:

Post a Comment